Mengapa Mereka Harus Sulit Menggantikannya

Keluarnya Robert Lewandowski dari Barcelona terjadi setelah striker Polandia itu menghabiskan empat musim di klub Catalan.

Lewandowski bakal meninggalkan kekosongan besar dengan meninggalkan Barcelona. Pemain Polandia berusia 37 tahun itu akan sulit digantikan, dan tim Catalan tahu betul hal itu.

Ada pemain seperti Ferran Torres dan Marcus Rashford, yang keduanya bisa bermain sebagai pemain nomor 9, tetapi tidak memiliki rekor mencetak gol sebanyak yang dimiliki Lewandowski. Keluarnya Robert Lewandowski dari Barcelona akan menjadi pukulan besar bagi tim La Liga tersebut.

Keluarnya Robert Lewandowski dari Barcelona Terjadi Setelah Empat Musim Sukses

Keluarnya Robert Lewandowski dari Barcelona terjadi setelah pemain Polandia itu bergabung dengan Barca pada 2023. Dalam empat musim bersama klub tersebut, Lewandowski telah mencetak 120 gol dalam 193 pertandingan dan memenangkan tiga gelar La Liga. Namun, menjuarai Liga Champions UEFA adalah sesuatu yang belum mampu ia lakukan di Barca.

Sebagai perbandingan, Torres telah mencetak 65 gol dalam 207 pertandingan untuk Barcelona sejauh ini, yang jelas menunjukkan bahwa ia bukanlah pemain nomor 9 kelas atas. Rashford hanya menghabiskan satu musim di Camp Nou dan telah mencetak 14 gol dalam 49 pertandingan, sekali lagi bukan penampilan yang pantas untuk seorang striker papan atas.

Oleh karena itu, kita dapat berasumsi dengan aman bahwa Barcelona harus mencari pengganti Lewandowski. Mereka membutuhkan striker dengan waktu reaksi cepat seperti yang dimiliki pemain Polandia itu. Dia juga harus menjadi finisher yang baik untuk menggantikan posisi pemain Polandia itu setelah keluarnya Robert Lewandowski dari Barcelona.

ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Panggilan Piala Dunia Chelsea: Bintang Blues Bersiap untuk Panggung Terbesar dalam Sepak Bola

Inggris v Serbia – Kualifikasi Piala Dunia FIFA, WM, Weltmeisterschaft, Fussball 2026 Reece James (3 Inggris) maju saat pertandingan Kualifikasi Grup F Piala Dunia FIFA antara Inggris dan Serbia di Stadion Wembley di London, Inggris, pada 13 November 2025. London Greater London Britania Raya Hak Cipta: xMIxNewsx originalFilename:fletcher-englandv251113_np2nS.jpg

Erling Haaland dan Lautaro Martinez Masuk Radar Barcelona

Baik Haaland dan Martinez sama-sama berpengalaman, tetapi pada saat yang sama memiliki usia yang mendukung. Haaland mencetak 162 gol dalam 198 pertandingan untuk Cityzens, sementara Martinez mencetak 175 gol untuk Inter dalam tujuh musim bersama mereka.

Namun yang juga perlu dicermati adalah keduanya sama-sama bahagia di klubnya saat ini. Oleh karena itu, meski Barcelona memberikan tawaran besar, mereka mungkin menolaknya. Haaland diberi kontrak panjang oleh Manchester City musim lalu, dan kecil kemungkinannya dia akan pindah dari Etihad dalam waktu dekat.

Julian Alvarez juga masuk dalam radar Barca. Namun, Alvarez sedang bersenang-senang di Atletico Madrid dan mungkin akan mengambil contoh dari rekan setimnya Antoine Griezmann, yang kepindahannya ke Barca beberapa musim lalu ternyata mengecewakan.

Oleh karena itu, keluarnya Robert Lewandowski dari Barcelona mungkin berarti Barca harus berjuang untuk menggantikannya dengan striker yang sama produktifnya. Harry Kane dari Bayern Munich juga ada di sana, tapi dia tampaknya sangat puas di Bayern. Oleh karena itu, perburuan pemain nomor 9 Barcelona berikutnya akan lebih sulit bagi Barcelona.

Tim Catalan memiliki lini tengah brilian yang terdiri dari pemain seperti Raphinha, Fermin Lopez dan pemain sayap luar biasa seperti Lamine Yamal. Namun, tanpa pemain bernomor punggung 9 yang bagus di lini depan, mereka mungkin masih akan kesulitan memenangkan Liga Champions.

Sekarang masih harus dilihat apakah keluarnya Robert Lewandowski dari Barcelona membuat klub tersebut bertualang dan memaksa mereka mengeluarkan uang lebih dari $100 juta.

Jika tim Catalan berhasil mendapatkan striker kelas atas, niscaya mereka akan menjadi lebih kuat. Performa Lewandowski musim ini berada di bawah standar mereka, dan jika ia tampil seperti biasa, tim Catalan mungkin bisa menjuarai Liga Champions.

Foto Utama

Kredit: Pers Zuma

Piala Dunia 2026

Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *