Mengapa Mateus Fernandes Menjadi Kunci Penandatanganan Carlos Baleba

Lini tengah Manchester United adalah posisi kunci dalam skuad yang ingin ditingkatkan oleh hierarki di jendela transfer musim panas.

Menurut laporan, Setan Merah telah setuju untuk mengontrak Ederson dari Atalanta BC dengan biaya transfer yang dilaporkan sebesar €45 juta.

Terlepas dari laporan terbaru ini, Manchester United tetap ingin meningkatkan lini tengah mereka, setelah dikaitkan dengan beberapa gelandang.

Keputusan Setan Merah untuk meningkatkan lini tengah mereka mungkin disebabkan oleh kepergian Casemiro yang sangat berpengalaman dan kemungkinan keluarnya Mason Mount dan Manuel Ugarte, yang keduanya tampil buruk.

Sementara itu, di antara para pemain yang dikaitkan dengan kepindahan ke Old Trafford, Mateus Fernandes dan Carlos Baleba adalah target yang sesuai dengan kebijakan klub untuk merekrut pemain-pemain yang sudah terbukti di Premier League, sebuah pendekatan yang diambil klub pada musim panas lalu yang bisa dibilang membuahkan hasil positif, terutama dari perspektif menyerang.

Mengingat pendekatan itu, lini tengah Manchester United diperkirakan akan melihat penambahan Mateus Fernandes dari West Ham United yang baru saja terdegradasi, menurut laporan dari Football365.

Di sisi lain, Setan Merah juga tertarik untuk mendatangkan Carlos Baleba dari Brighton & Hove Albion sejak musim panas lalu, dan situasi ini membuat para pendukung terpecah belah mengenai gelandang mana yang paling cocok untuk susunan taktis Michael Carrick.

Namun artikel ini bermaksud menganalisis mengapa lini tengah Manchester United lebih memilih Mateus Fernandes ketimbang Carlos Baleba.

Lini Tengah Manchester United: Mateus Fernandes Menawarkan Keserbagunaan dan Fleksibilitas Taktis Lebih Besar Dibandingkan Carlos Baleba

Dalam sepak bola modern, kita telah melihat bahwa kemahiran seorang pemain dalam bermain di berbagai posisi menjadikannya target yang lebih menarik di bursa transfer.

Sementara itu, kemampuan Mateus Fernandes yang bisa bermain di ketiga posisi gelandang utama, yaitu gelandang bertahan, gelandang tengah, dan gelandang serang, membuatnya menjadi pemain yang lebih serba bisa dibandingkan Carlos Baleba yang hanya bisa merangkap sebagai gelandang bertahan dan gelandang tengah.

Hal ini pada dasarnya menyiratkan bahwa Fernandes bisa menjadi pengganti beberapa pemain di lini tengah Manchester United ketika terjadi pergantian taktik atau cedera.

Hal ini juga menunjukkan bahwa Fernandes dapat dengan mudah beradaptasi dengan beberapa pengaturan taktis, yang dapat menguntungkan di bawah sistem taktis 4-2-3-1 Michael Carrick.

Pemain berusia 21 tahun itu bisa menggantikan Bruno Fernandes di posisi gelandang serang, ia bisa berbagi posisi gelandang tengah dengan Kobbie Mainoo, dan duduk jauh di lini tengah, sedangkan Carlos Baleba hanya bisa menempati peran lini tengah dan bertahan. Oleh karena itu, penandatanganan Mateus Fernandes akan lebih menguntungkan Manchester United di lini tengah.

ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Pembajakan Transfer Dalam Sepak Bola: Enam Pencurian Menit Terakhir Brutal yang Mengejutkan Eropa

Willian dari Chelsea mencetak gol luar biasa untuk menjadikan kedudukan 0-2 dan merayakannya selama pertandingan Barclays Premier League antara Crystal Palace dan Chelsea di Selhurst Park, London, Inggris pada 3 Januari 2016. Hak Cipta: xKenxSparksx 07800010

Lini Tengah Manchester United: Mateus Fernandes Lebih Memberikan Kreativitas Dibanding Carlos Baleba

Meski kedua pemain memiliki keunikan tersendiri di lini tengah, Mateus Fernandes lebih kreatif dalam menguasai bola dibandingkan Carlos Baleba.

Gelandang asal Portugal ini sudah menjadi gelandang yang terbukti di Premier League dan telah menunjukkan bahwa ia mampu memberikan gol dan assist dalam menyerang. Ia pun terbukti menjadi pemain dengan kemampuan passing yang baik, baik dari jarak jauh maupun jarak dekat.

Pada musim 2025/26, Mateus Fernandes mencetak lima gol dan mencatatkan lima assist dalam 42 pertandingan untuk West Ham United meski performa mereka buruk.

Sementara itu, Carlos Baleba gagal mencatatkan kontribusi gol dalam 35 pertandingan untuk Brighton musim lalu. Ini menunjukkan bahwa Mateus Fernandes bisa berkembang lebih jauh dengan Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo di sisinya di Old Trafford.

Lini Tengah Manchester United: Kedatangan Ederson Dapat Memberikan Banyak Hal yang Akan Dihadirkan Carlos Baleba

Setelah dikabarkan mendatangkan Ederson dari Atalanta BC, Carlos Baleba mungkin tidak terlalu dibutuhkan di skuad Michael Carrick karena kedua pemain tersebut berstatus penghancur.

Baleba pandai dalam memenangkan bola, menguasai bola dari lini belakang untuk menyerang, dan memiliki jangkauan umpan yang bagus.

Sementara itu, Ederson cukup mirip namun lebih efisien dalam passingnya, penempatan posisi untuk mematahkan serangan lawan, dan kemampuannya menahan bola di ruang pertahanan yang lebih sempit.

Hal ini semakin menyiratkan bahwa gelandang Manchester United harus menambahkan Mateus Fernandes, yang merupakan pemain yang sama sekali berbeda dari Carlos Baleba dan Ederson.

Foto Utama

Kredit: IMAGO / NurFoto

Piala Dunia 2026

Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *